Pelabuhan Bekasi

Mega Proyek Pelabuhan Bekasi Digeber

Telan Rp 7,6 T, Luas 5 Juta M2

KABUPATEN BEKASI-Proyek

pembangunan pelabuhan bertaraf internasional di Kabupaten Bekasi, memasuki babak baru. Itu menyusul, adanya persetujuan DPRD Kabupaten Bekasi terkait proyek yang menelan dana Rp 7,6 triliun tersebut. Mega proyek Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi yang bekerjasama dengan PT. Mega Agung Nusantara dan PT. Mega Agung Liong Nusantara rencananya akan digeber tahun ini.

"Dewan sudah menyetujui proyek pelabuhan internasional ini. Sebelum Agustus 2010 ini pembangunan sudah harus dimulai. Karena, pada bulan itu Dephub (Departemen Perhubungan, Red) akan meninjau mega proyek pelabuhan ini ke lapangan."terang Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi, Jamary Tarigan kepada INDOPOS kemarin.Karena ilu, saat ini sejumlah peralatan sudah dikirim ke lokasi guna memulai tahap awal proyek pelabuhan yang bakal jadi pesaing Pelabuhan Tanjung Priuk tersebut. Adapun, lokasi pelabuhan itu berlokasi di Desa Samudra Jaya dan Desa Segara Jaya di Kecamatan Taruma-jaya serta Desa Hurip Jaya dan Desa Bunibakti di Kecamatan Babelan.

"Jadi pelabuhan ini ada di empat desa yang masuk dua kecamatan. Luasnya sekitar 5 juta meter persegi," terangnya juga. Pejabat yang akrab disapa Jamary itu juga mengatakan, pelabuhan internasional ini bila sudah beroperasi maka berbagai kapal akan bisa bersandarm, termasuk kapal berukuran raksasa sekalipun."Akan sangat membantu ekspor dan impor. Selama ini ekspor produk Indonesia selalu dilakukan dengan kapal kecil dan menengah dari berbagai pelabuhan. Lalu transit di Singapura, baru dikirim dengan kapal besar ke negara tujuan ekspor. Tapi, jika pelabuhan internasional Kabupaten Bekasi jadi, maka cukup sekali kirim saja dengan kapal besar dari sini." cetusnya juga.

Selain itu lanjut dia. pengusaha di Kota dan Kabupaten Bekasi atau dari daerah lain bisa diuntungkan dengan kehadiran pelabuhan internasional tersebut. Pasalnya, ungkap diajuga. Pelabuhan Tanjung Priok, tempat biasa mengekspor barang, sudah sangat padat. Dampaknya, ekspor ataupun impor dilakukan di pelabuhan lain di luar Jakarta."Nanti, kalau pelabuhan "internasional Bekasi sudah jadi. Cukup lewat sini saja." ungkapnya juga. Apalagi, di Kabupaten Bekasi banyak industri yang yang akan sangat menghemat waktu, biaya serta efesien dan efektif untuk ekspor maupun impor barang baik dari tanah air ke berbagai negara maupun sebaliknya.

Disinggung terkait sengketa lahan antara Departemen Kehutanan (Dephut) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk lokasi pelabuhan itu? Jamary mengaku sudah tidak ada masalah lagi. "Kami tentunya berpegang pada BPN," cetusnya.Sementara itu. Ketua DPRD Kabupaten Bekasi. Mustakim mengatakan persetujuan yang diberikan kepada Pemkab Bekasi dilakukan dengan beberapa catatan. Diantaranya, bisa dibatalkan kerjasamanya bila pihak kedua atau ketiga, tidak mendapatkan izin pembangunan dan operasional dari instansi terkait,

sumber

Komentar